Oleh oleh khas Pati Jawa Tengah
sangat banyak dijumpai dari berbagai daerah yang ada di Pati, mulai
dari desa Runting, desa Bakaran Juwana, hingga beberapa di antaranya
bisa ditemukan di wilayah kota.
Untuk itu, kami akan mengulas top 8 oleh-oleh khas Pati Jawa Tengah yang
biasa dibawa oleh para pengunjung dari luar kota, wisatawan, pelancong,
traveler, hingga turis mancanegara. Apa itu? Nasi gandul? Soto kemiri?
Petis runting? Ternyata tidak!
Sederet jawaban di atas bukan termasuk klasifikasi oleh oleh khas Pati,
melainkan makanan kuliner khas yang biasa di makan di tempat. Kenapa?
Pasalnya, soto kemiri, sego gandul dan petis runting merupakan makanan
yang terbuat nasi (kecuali petis yang dibuat dari tepung beras halus
disangrai) dan notabene bercampur kuah sehingga tidak cocok jika dibawa
pulang. Selain itu, kalau dijadikan oleh-oleh, ia tidak bisa bertahan
hingga 1 hari atau 24 jam sehingga bukan kategori jajanan yang bisa
dibawa pulang.
Oleh oleh khas Pati Jawa Tengah, apa? Bukankah begitu pertanyaan Anda?
Baik, langsung saja. Berikut jajanan dan souvenir yang bisa Anda pulang
sehabis berkunjung atau wisata di Kabupaten Pati.
Batik Bakaran
Batik bakaran merupakan batik khas Pati yang berasal dari Desa Bakaran,
Kecamatan Juwana. Batik tulis yang dibuat secara tradisional ini
memiliki nilai seni dan karakter unik yang tidak biasa dan berbeda
dengan batik lainnya.
Untuk membawa pulang batik tulis ini sangat murah, yaitu sekitar Rp 70
ribu hingga Rp 200 ribu. Namun, jangan kaget kalau ada batik bakaran
yang dibanderol antara Rp 300 ribu hingga Rp 2 juta. Semua tergantung
tingkat kerumitan motif, kualitas bahan kain, dan warna. "Ada beberapa
hal yang mempengaruhi harga batik bakaran. Pertama, kualitas cat atau
warna batik. Kedua, kualitas kain. Ketiga, kerumitan motif," ujar Ririn
Pinawati S.Pd, pemilik situs jual batik bakaran online Batikpati.com.
Untuk mempromosikan batik bakaran, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati
beberapa waktu lalu menggelar Batik Night Carnival yang sangat elok dan
mempesona. Bagaimana? Masih berpikir ulang untuk membawa oleh-oleh asli
Pati ini?
Bandeng presto Juwana
Bandeng presto yang asal-usulnya berasal dari Kecamatan Juwana ini
sangat legendaris. Banyak di antara wisatawan boleh jadi bingung dan
rancu, bandeng presto itu asli Pati atau Semarang?
Bahkan, Wikipedia juga menulis bandeng presto sebagai kuliner khas
Semarang juga dari Pati. Bingung, kan? Mau tahu yang paling mantap?
Juwana tempatnya! Setahu saya, bandeng presto itu asli berasal dari
Juwana Kabupaten Pati yang kemudian pernah melakukan stok ke Semarang
hingga justru yang dikenal malah dari Kota Semarang. Benarkah? Coba
klarifikasi.
Kerajinan kuningan
Masih dari Juana, kerajinan kuningan sudah lama berdiri di kecamatan
yang ada di pesisir pantai utara Jawa ini. Oleh-oleh yang dibawa bisa
bermacam-macam, sesuai dengan desain yang berbahan dasar kuningan.
Patung, perhiasan, dan asbak hewan, kunci, miniatur sepeda, gentong, pot
bunga, patung garuda Indonesia di dadaku (hehe), dan berbagai macam
miniatur, ornamen, dan perabot rumah tangga yang dibuat dari kuningan.
Yang benar saja, kerajinan kuningan asal Juwana ini menjadi oleh oleh
dan souvenir yang paling dicari oleh wisatawan dan pengunjung maupun
investor yang lagi survey tempat di wilayah Pati.
Getuk lopis runting
Getuk dan lopis merupakan jajanan khas tradisional dari Dukuh Runting,
Desa Tambaharjo, Kecamatan Pati, Jawa Tengah. Banyak pelanggan dari luar
kota yang selalu mampir di warung gethuk dan lopis yang berjajar di
sepanjang jalan Pati-Tayu (1 km sebelah utara RS Soewondo).
Sebetulnya, jajanan ini tidak cocok dijadikan oleh oleh khas Pati. Lho,
kok? Kenapa lagi? Ya, soalnya makanan ini hanya mampu bertahan 1 hari.
Pasalnya, gethuk yang berbahan dasar ketela ini ditaburi kelapa parut
yang tidak bisa bertahan lama.
Sementara itu, lopis yang berbahan dasar beras ketan yang dibuat seperti
lontong tidak bisa bertahan lebih dari 24 jam. Anda bisa bertanya
kepada penjual getuk lupis runting untuk masalah ini. Informasi lebih
lengkap mengenai ini, baca juga: Gethuk Runting Jajanan Mak Nyus Asli Pati
Kacang khas Pati
Sebetulnya tidak ada yang spesial dari kacang ini jika Anda hanya beli
dari PT Kacang Dua Kelinci atau PT Garuda Food yang ada di Pati. Kenapa?
Kan Anda bisa menemukan oleh-oleh ini darimana saja di seluruh
Indonesia, bahkan luar negeri? Tak harus ke Pati kan?
Nah, yang spesial kalau Anda mencoba untuk mencari kacang khas Pati yang
dijual atau diperoleh dari pabrik-pabrik kecil lokal yang tidak bisa
Anda jumpai di minimarket manapun di seluruh Indonesia. Ini baru khas,
orisinil, dan lokal sekali.
Sebagai kota yang berdiri dua pabrik kacang terbesar di Indonesia, tentu
menjadikan pati sebagai kota kacang yang tidak akan membuat Anda kecewa
membawa pulang oleh oleh ini.
Kue moho khas Pati
Moho. Namanya aneh bukan? Tapi inilah jajanan asli Pati yang bisa Anda
jadikan oleh oleh di rumah. Bisa dibawa pulang dan bisa bertahan hingga 2
minggu.
Namun, masih jarang penjual khusus moho di toko-toko atau market.
Jajanan ini malah akrab atau paling banyak dijumpai di pasar
tradisional. Harganya sangat murah, yaitu antara Rp 500 hingga Rp 1
ribu, tergantung besar kecilnya ukuran.
Jajanan moho dibuat dari tepung beras, terigu dan gula pasir. Menyerupai
kue, rasanya manis, tetapi moho jauh lebih lengket di mulut ketimbang
kue. COba saja, pasti Anda segera menyikat gigi setelah makanan moho
asli Pati. Mengenai rasa, dijamin enak pokoknya.
Kerupuk ampo
Kerupuk ini berbahan dasar tanah liat yang kemudian diolah dan
dikeringkan hingga menjadi semacam hamparan tanah tipis menyerupai
kerupuk yang pada akhirnya menjadi makanan tradisional khas Pati.
Sayangnya, sulit menjumpai oleh oleh khas Pati yang satu ini. Soalnya,
makanan ini menjadi jajanan tradisional yang hampir tidak pernah dibuat
lagi. Krupuk ini sempat menjadi camilan paling populer di Pati pada
zaman dulu.
Kerupuk daging
Kerupuk daging berbahan dasar dari daging sapi, kambing, atau bahkan
ikan. Sampai sekarang, kerupuk ini juga tergolong sulit ditemukan di
Pati mengingat daging harganya sangat mahal sehingga jarang ada penjual
yang memproduksi. Lulang atau kulit hewan sapi dan kambing juga bisa
dijadikan kerupuk. Dan ini malah yang masih bisa dijumpai, meskipun juga
langka.
Demikian informasi seputar oleh oleh khas Pati Jawa Tengah yang meliputi
jajan tradisional dan souvenir. Oleh-oleh yang dimaksud bukan meliputi
wisata kuliner seperti soto dari desa Kemiri, nasi gandul asli
Gajahmati, dan petis asal Desa Runting. Bagaimana? Ingin mencoba? Visit
Pati!







Tidak ada komentar:
Posting Komentar