Mitos VS Sains Tentang Pelangi
Pelangi adalah fenomena alam indah yang sering dilihat manusia. Pelangi
merupakan suatu busur spektrum besar yang terjadi karena pembiasan cahaya
matahari oleh butir-butir air. Pelangi atau bianglala adalah gejala optik dan
meteorologi berupa cahaya beraneka warna saling sejajar yang tampak di langit
atau medium lainnya. Di langit, pelangi tampak sebagai busur cahaya dengan
ujungnya mengarah pada horizon pada suatu saat hujan ringan. Pelangi juga dapat
dilihat di sekitar air terjun yang deras.
Biasanya fenomena ini terjadi ketika udara sangat
panas tetapi hujan turun rintik-rintik. Kita dapat melihat jelas fenomena ini,
jika kita berdiri membelakangi cahaya matahari. Pelangi dapat pula terbentuk
karena udara berkabut atau berembun. Dalam ilmu fisika, pelangi dapat dijelaskan sebagai
sebuah peristiwa pembiasan alam. Pembiasan merupakan proses diuraikannya satu
warna tertentu menjadi beberapa warna lainnya (disebut juga spektrum warna),
melalui suatu media/ medium tertentu pula.Pada pelangi, proses berurainya warna
terjadi ketika cahaya matahari yang berwarna putih terurai menjadi spektrum
warna melalui media air hujan.
Pelangi memiliki 7 warna yang biasa kita sebut
dengan warna “Mejikuhibiniu” yang artinya : Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru,
Nila dan ungu. Seperti gambar di bawah ini.
Mitos Pelangi (Ilmu Sementara)
Dalam
pandangan orang Lio (Flores NTT), munculnya pelangi merupakan peristiwa yang
sangat mendatangkan berkah. “Pelangi” dalam bahasa Lio sering disebut “Nipa
Moa”.